Wujudkan Era Baru Industri Akuakultur, eFishery Bantu Pembudidaya Melalui Inovasi AI ‘Mas Ahya’

Jakarta, mediarilisnusantara.com – 13 Juni 2024 Industri akuakultur Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi sumber protein utama dunia. Dengan 6,5 juta kolam dan 2,5 juta pembudidaya ikan, potensi produksi akuakultur Indonesia mencapai 12 miliar dolar, menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Namun, industri ini masih menghadapi banyak masalah, seperti model pembiayaan yang fleksibel, akses yang terbatas terhadap benih berkualitas tinggi, pakan, listrik, dan harga yang tidak stabil. Selain itu, pembudidaya juga harus menghadapi penyakit, cuaca buruk, kualitas air yang buruk, dan harga yang tidak stabil.

Perusahaan teknologi akuakultur Indonesia eFishery berkomitmen untuk membantu pembudidaya mengatasi masalah ini dan mencapai potensi mereka secara berkelanjutan.



Baca Juga: Anita Anggota DPR Marah Saat Rapat dengan Nadiem, Minta KPK Periksa Anggaran

eFeeder, produk pertama eFishery, adalah alat pakan otomatis yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk menawarkan solusi untuk peternak.

Tim eFishery AIoT telah mengembangkan produk baru yang disebut “Mas Ahya” (Ahli Budidaya), solusi konsultasi berbasis AI yang dimaksudkan untuk membantu petambak udang dan pembudidaya ikan meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi operasional mereka dengan memanfaatkan potensi akuakultur untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Tim Internet of Things eFishery terdiri dari pakar Internet of Things yang ahli di bidang mereka dan bekerja di bawah Direktorat Produk. Mereka juga berdedikasi untuk mengembangkan teknologi dan membuat inovasi baru untuk mendukung kemajuan industri akuakultur Indonesia.




Baca Juga: Taman Hiburan Dragon Ball Di Arab Saudi Jadi Yang Pertama Di dunia

Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan generatif (generative AI) terbaru dari Microsoft, “Mas Ahya” membuat pengetahuan dan keahlian budidaya akuakultur menjadi lebih mudah diakses untuk semua jenis pembudidaya.

dilengkapi dengan fitur canggih seperti konsultasi terkait budidaya kapan saja dan di mana saja, bahkan dalam bahasa daerah setempat. Selain itu, fitur lain dari “Mas Ahya” termasuk pemantauan kondisi lingkungan kolam, analisis data real-time, dan saran pakan yang disesuaikan.

Chrisna Aditya, Chief Product Officer, menyatakan, “Kami sangat bangga dengan hadirnya ‘Mas Ahya’. Ini adalah bukti komitmen kami untuk membantu para pembudidaya di Indonesia mencapai kesuksesan dan berkontribusi pada ketahanan pangan global. Kami yakin bahwa ‘Mas Ahya’ akan memberikan dampak yang signifikan, tidak hanya dalam hal peningkatan produktivitas, tetapi juga dalam mendorong praktik akuakultur yang lebih berkelanjutan.”

Industri Akuakultur



Baca Juga: Membuat kaget! Zee JKT48 Mengumumkan graduate Dari JKT48

Generative AI, khususnya Large Language Models (LLM), adalah kemajuan terbaru dalam teknologi kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan untuk menalar dan bertindak sebagai orkestrator untuk menggabungkan berbagai kemampuan atau layanan. LLM juga mampu melakukan tugas-tugas secara otomatis tanpa intervensi manusia, yang menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan.

Di eFishery, kami telah menemukan penerapan LLM yang efektif dan tepat dengan menggunakan “Mas Ahya” untuk mengubah efisiensi dan keuntungan pembudidaya.

Menurut Andri Yadi, VP AIoT & Cultivation Intelligence eFishery, “Teknologi AI mutakhir seperti LLM memiliki kekuatan untuk mentransformasi industri dan kehidupan. Kami bangga menjadi pelopor dalam bidang akuakultur.”

Microsoft termasuk dalam kelompok yang memuji inovasi “Mas Ahya”. Tim eFishery memiliki kesempatan untuk mempresentasikan “Mas Ahya” kepada Satya Nadella, CEO Microsoft, selama acara Microsoft Build: AI Day. Beliau sangat terkesan dengan cara AI membantu industri akuakultur menjadi lebih produktif dan berkelanjutan.



Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Sumatra barat, akibatnya Puluhan orang Tewas

Dengan menggunakan “Mas Ahya”, semuanya menjadi mudah karena “mas Ahya” dapat mengatasi masalah yang dihadapi kami, para pembudidaya. Dengan menggunakan “Mas Ahya”, saya dapat dengan mudah mengakses data seperti kualitas air dan juga memberikan solusi untuk setiap masalah mulai dari sebelum panen hingga setelah panen.

Ira Nasihatul, pembudidaya ikan nila yang telah merasakan manfaat penggunaan Mas Ahya di kolam miliknya, mengatakan, “Setelah menggunakan “Mas Ahya, produktivitas meningkat sehingga setelah ini saya ingin menambah kolam agar mencapai profit yang maksimal.”

Selain “Mas Ahya”, eFishery telah mengembangkan produk tambahan yang membantu menciptakan ekosistem Internet of Things (IoT) yang memudahkan pembudidaya. Produk-produk ini termasuk sistem pemantauan kualitas air yang dapat diakses melalui aplikasi dan memberikan rekomendasi apabila terjadi anomali pada kolam, sistem penandaan tambak yang sederhana dan tanpa kabel yang memungkinkan pembudidaya memantau keadaan kolam secara langsung, dan penggunaan gambar satelit yang memungkinkan pembudidaya pembudidaya memonitor kolam kapan saja dan dimana saja.





Baca Juga: Selebgram Chandrika Chika Di Tangkap Terkait Kasus Narkoba

eFishery tidak akan selesai di tempat ini. Kami akan terus berkomitmen untuk membantu para pembudidaya. Untuk terus tumbuh bersama dengan industri akuakultur Indonesia, kami akan terus berinovasi, mengembangkan, dan menghadirkan produk-produk berbasis Internet of Things lainnya seperti “Katara”, produk eFishery yang berfungsi untuk memantau kualitas air, dan produk lainnya.




(Rudi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *