WNA Rusia dan Ukraina Buat Lab Narkoba Rahasia Di Bali, Ditangkap

Jakarta,MRN – Bareskrim Polri Menangkap empat tersangka dalam kasus narkoba di Bali. Mereka diketahui beroperasi di laboratorium narkoba yang tersembunyi di sebuah vila di kawasan Canggu, Badung, Bali.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Wahyu Widada mengungkapkan bahwa tim berhasil menemukan clandestine laboratorium hidroponik ganja dan mephedrone yang merupakan bagian dari jaringan Hydra Indonesia. Keempat tersangka terdiri dari satu warga negara Indonesia, satu warga negara Rusia, dan dua warga negara Ukraina.

“Di mana keduanya ini (IV dan MV) berperan sebagai pengendali clandestine laboratorium di Vila Sunny, Badung, Bali. Mereka juga yang memproduksi dan mengendalikan, sekaligus peracik,” Kata Wahyu, dalam jumpa pers di lokasi kutip detik.com, Senin (13/5/2024).

Wahyu menjelaskan bahwa para tersangka menjalankan bisnis gelap tersebut di sebuah vila dengan luas sekitar 180 meter persegi, menggunakan basement vila tersebut sebagai laboratorium untuk pembuatan mephedrone dan ganja hidroponik.



Baca juga Banjir Bandang Terjang Sumatra Barat, Akibatnya Puluhan Orang Tewas

Berikut barang bukti yang disita di laboratorium di vila tersebut:

1. Alat cetak ekstasi

2. Hydroponic ganja sebanyak 9,7 kilogram

3. Mephedrone sebanyak 437 gran

4. Ratusan kilogram berbagai jenis bahan kimia prekusor pembuatan narkoba jenis mephedrone dan ganja hidroponik

5. Berbagai macam peralatan lab pembuatan mephedrone dan hydroponic ganja.

Selanjutnya, tersangka Konstantin Krutz atau KK (WN Rusia) ditangkap di Gianyar, Bali.

“Di mana tersangka jni berperan sebagai pemasar hasil narkoba dari laboratorium di vila ini,” katanya.

WNA Rusia dan Ukraina Buat Lab Narkoba Rahasia Di Bali, Ditangkap
Bareskrim Tangkap WN Ukraina-Rusia Jaringan Hydra Lab Narkoba. (Mei Amelia/detikcom)

Selain menangkap keempat tersangka, tim juga berhasil menangkap seorang pengedar narkoba jaringan Hydra bernama KK, yang juga warga negara Rusia. Dari tangan KK, tim menyita sejumlah besar narkoba, termasuk ganja, hashish, kokain, dan mephedrone.

Sejumlah barang bukti disita polisi dari tersangka Konstantin Krutz, di antaranya adalah ganja sebanyak 382,19 gram, hashis sebanyak 484,92 gram, kokain sebanyak 107,95 gram, dan mephedrone sebanyak 247,33 gram.



Baca juga Tentang Korupsi Dana Hibah BUMN Oleh Oknum Pengurus PWI, Ini Kronologi Lengkapnya

Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 113 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), lebih subsider pasal 129 huruf A dan Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati serta denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar,” tuturnya.

(Redaksi)



Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *