Wisnu Pria Arogan Lawan Arah Ngaku-Ngaku Ketua PP Semarang

Semarang, MRN – Belakangan Ini Video viral seorang pria Arogan Yang tidak mau taat aturan mengklaim dirinya sebagai Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Semarang dalam sebuah insiden di jalan sempit akhirnya berujung pada permintaan maaf setelah terbukti bahwa klaimnya tidak benar.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Berdasarkan keterangan pengunggah, peristiwa tersebut terjadi di jalan satu arah Desa Kalongan Ungaran Timur.

Namun pria yang mengaku Ketua PP Kabupaten Semarang itu nekat melawan arah. Jalan yang sempit membuat mobil tak bisa berpapasan.

Alhasil perekam pun meminta mobil Ketua PP Kabupaten Semarang tersebut untuk mepet ke arah kiri.

Baca juga Ini Pengurus Baru Pwi Pusat, Setelah Resuffle



kronologi yang di ceritakan Bersumber Dari yessyayuaryanii, yang di bagikan Facebook oleh Info warga Tengaran

Saya dan suami lewat Ds.Kalongan kec.ungaran timur kab.semarang berada di jalur 1 arah yang di mana jalan itu memang sangat sempit dan jika berpapasan antara mobil dan mobil tidak memungkinkan untuk bisa lewat, .

Diwaktu yang sama, kami (Yang mengendarai mobil suami saya) berpapasan dengan mobil HRV putih seperti yang di video, sebenarnya kami sangat tidak mempermasalahkan Beliau mau melanggar atau sebagainya, karena posisi kami sudah sangat mepet ke kiri juga dengan kondisi jalan yang agak curam ke bawah, posisi di belakang kami juga ada pengendara lain yang menggunakan kendaraan roda 2 dan roda 4.

Suami saya berusaha tidak mempermasalahkan apa apa, karena kami juga tahu dan lihat yang mengendarai mobil yang melawan arah adalah seorang Ibu”, suami saya menurunkan kaca mobil dan menyampaikan ‘Ibu mundur sedikit dan mepet ke kiri dulu karena masih ada lahan kosong, karena kalau saya yang mundur tidak memungkinkan karena di belakang kami banyak kendaraan yang berada di jalur yang sesuai’.

Sontak Bapak yang menggunakan baju batik langsung turun dari mobil menghampiri kami dengan nada yang emosi menyampaikan ‘koe anak e sopo? Iki wilayahku, koe seng mundur’.



Baca juga Boeing Mengaku Bersalah Terkait Kecelakaan Lion Air Pada 2018

Kami cukup kaget, karena dari awal kami sudah berniat baik tidak mempermasalahkan apa apa,apalagi kita sudah berada di jalur yang benar. Fyi, videonya sudah berada di tengah-tengah kejadian.

Suamiku berusaha menjawab teguran bapak itu dengan sopan santun ‘Pak, kulo hapi anak e sopo sopo, ini saya dan istri baru berangkat kerja, kami juga berada di jalur yang benar dan bapak dan ibu menuju ke arah sebaliknya, dibelakang kita juga banyak kendaraan yang sesuai, bagaimana caranya aku kembali?’

Bapak tersebut tambah emosi dan sempat melontarkan kata kata kurang baik seperti b*jingan dan sebagainya. Selanjutnya Bapak tersebut masuk ke salah satu rumah warga (kami tidak tahu apa yang di lakukan, Dan kelanjutannya bisa di saksikan seperti di video tersebut.

Baca juga William Tanuwijaya Pendiri Tokopedia Borong 1,06 Miliar Saham GOTO


Wisnu Si Pria Arogan Lawan Arah Ngaku Ketua PP Kabupaten Semarang, Ternyata Bukan
Pria yang mengaku Ketua PP Kabupaten Semarang, dipertemukan dengan polisi, Bakesbangpol Kabupaten Semarang, Ketua MPC PP Kabupaten Semarang di rumah Kepala Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Kamis (11/7/2024) malam. (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV)

pengklaiman tersebut terbukti tidak benar setelah Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Semarang, Ali Imron, mengonfirmasi bahwa pria tersebut adalah seorang pengurus atau anggota di MPC PP Kabupaten Semarang, bukan sebagai Ketua.

“Mas Wisnu secara tidak sadar mengatasnamakan Ketua Pemuda Pancasila, itu memang bukan. Saya sangat menyayangkan dan ini menjadi bahan evaluasi kita bersama,” ujar Ali Imron, seperti dilansir Pojokbaca.id dari tribunjateng.com pada Kamis (11/7/2024).

Wisnu, nama pria tersebut, juga dikenal sebagai pengurus di Divisi Hukum di MPC PP Kabupaten Semarang serta seorang pengacara, sesuai dengan klaimnya dalam insiden tersebut.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengendalian emosi dan penggunaan identitas dengan benar dalam situasi publik. Ali Imron dari MPC PP Kabupaten Semarang menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi mereka untuk lebih ketat dalam penggunaan identitas organisasi.

“Kami berkomitmen untuk melakukan pembinaan agar pengurus dan anggota lebih memahami etika dalam berkomunikasi di masyarakat,” ujarnya.


(Redaksi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *