Viral Penampakan Orang Utan Besar Masuk Pemukiman Warga

Kutai, MRN – Video penampakan orang utan besar di permukiman warga di Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi viral di media sosial. Ukuran orang utan tersebut terlihat setinggi rumah di sebelahnya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim sedang menyelidiki penampakan sosok orang utan tersebut.

Kepala BKSDA Kaltim, Ari Wibawanto, mengatakan bahwa pihaknya tengah menelusuri video tersebut dan belum dapat memastikan lokasi pengambilan video orang utan tersebut.

Baca Juga: Kota Gotene Swedia Obral Tanah Seharga Rp 1.548 per Meter



Ari Wibawanto juga menyebutkan bahwa tim WRU (Wildlife Rescue Unit) sedang mencari lokasi yang dimaksud sejak kemarin.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa habitat alami mereka mungkin telah menjadi tidak nyaman akibat maraknya pembalakan liar yang merusak lingkungan hutan.

Deforestasi yang tak terkendali di Kalimantan Timur telah mengakibatkan hilangnya ribuan hektar hutan setiap tahunnya.

Baca Juga: Bagnaia Raih Kemenangan dari Kesalahan Martin di Grand Prix Jepang

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ANTARA News (@antaranewscom)

“Orang Utan alpha dengan flanger (pipinya berflang/bantalan pipi) kemungkinan memiliki kelompok yang terdiri dari betina dan anak-anak di daerah sekitar. Mereka biasanya lebih agresif, sehingga ada kemungkinan wilayahnya telah menyusut, memaksanya memasuki pemukiman warga,” tulis @natgeoLover.

“Orang Utan sebesar itu seharusnya bergelantungan di pohon-pohon raksasa. Mungkin habitat alaminya sudah tidak lagi nyaman karena banyaknya penebangan liar,” ujar akun @Khoirulqomarudin.

Ari menjelaskan, orangutan yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan orangutan jantan yang lebih tua.

Meskipun pada pandangan pertama terlihat sangat besar, ia berpendapat bahwa persepsi ini mungkin disebabkan oleh sudut kamera yang membuat orangutan tampak lebih besar dari biasanya.

Baca Juga: Sempat Viral Kini Norma: Antara Mertua dan Menantu Resmi Dijadikan Film

Orang Utan




“Amati sudut videonya; ini direkam dari sudut pandang yang lebih rendah, dan kami juga tidak yakin dengan jarak pastinya ke bangunan seperti rumah. Jadi, hal ini terutama disebabkan oleh sudut kamera, yang sebenarnya dibuat dengan cukup baik. Hal ini menciptakan kesan yang lebih besar. ukurannya,” jelasnya.

Lebih lanjut Ari mengatakan, mengingat lokasi orangutan yang masuk ke pemukiman atau jalan raya bukanlah hal yang aneh mengingat statusnya yang jantan tanpa batas wilayah.

“Memang benar, perilaku mereka seringkali didorong oleh pencarian betina atau sumber makanan karena mereka tidak memiliki wilayah yang jelas. Mereka cenderung mengembara untuk mencari kebutuhan seperti yang dilakukan jantan yang suka berpetualang karena individu tersebut sudah sangat senior,” jelasnya.




Baca Juga: Tanggapan Lucu Deddy Corbuzier Dengar Namanya Di Usung Maju Pilgub Oleh PSI

Menurutnya juga, ukuran hewan tersebut yang besar membuatnya kesulitan memanjat pohon.

Ia juga menyatakan bahwa pihak BKSDA belum dapat memastikan lokasi pengambilan video tersebut. Terlebih lagi, video tersebut sudah dihapus oleh pengunggah pertama.

“Kami masih belum pasti. Sayangnya, pengunggah pertama telah menghapus video tersebut. Sehingga agak sulit bagi kami untuk mencari informasi lebih lanjut, namun kami tetap berusaha mencari lokasi yang sesuai dengan video tersebut,” jelasnya.

(Reza)


Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *