Viral Orang Tua Murid SMA Negeri 8 Berprestasi Tak Naik Kelas, Diduga Ada Pungli

Jakarta,MRN – Viral Coky Indra Seorang Ayah dari Maulidza Sari Febrianti, siswi kelas sebelas SMA Negeri 8 Medan. Mengamuk setelah mengetahui kabar anaknya yang berprestasi dan memiliki nilai bagus tidak naik kelas hanya karena absensi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Orang tua siswi tersebut menduga kejadian ini terkait laporan kasus pungutan liar (pungli) di SMA Negeri 8 Medan yang ia ajukan, yang diduga melibatkan kepala sekolah.

Baca juga Umat Katolik Kota Depok Rawat Kerukunan, Perekat Hubungan Antar Agama



Dalam video yang viral, Coky Indra, orang tua dari Maulidza Sari Febrianti, siswi kelas sebelas SMA Negeri 8 Medan, marah-marah di ruang kelas sekolah karena tidak terima anaknya tinggal kelas hanya karena alasan absensi.

Seusai dari ruang kelas, Coky mendatangi kantor sekretariat sekolah yang terletak di Jalan Sampali, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu (22/6/2024) siang, untuk bertemu dengan pihak sekolah dan mempertanyakan alasan anaknya tidak naik kelas, padahal anaknya berprestasi dan memiliki nilai bagus.

Coky menduga, anaknya tidak naik kelas lantaran kepala sekolah SMA Negeri 8 Medan memiliki sentimen pribadi terhadap dirinya. Dugaan sentimen itu dikarenakan Coky sebelumnya telah melaporkan kasus korupsi dan pungli yang dilakukan oleh kepala sekolah ke Polda Sumatera Utara.

Baca juga NASA Kembali Menunda Kembalinya Boeing Starliner Ke Bumi



“Anak saya berprestasi, nilainya bagus, tapi tetap tinggal kelas dengan alasan absensi. Saya menduga ini terjadi karena saya melaporkan kepala sekolah atas kasus korupsi dan pungli ke Polda Sumut tahun ini, yang saat ini sudah dalam tahap penyelidikan. Uang sekolah di sini Rp 150.000 per bulan kami bayar,” kata Coky.

Sementara itu, Maulidza Sari Febrianti, siswi kelas sebelas SMA Negeri 8 Medan, terlihat lesu karena tidak naik kelas. Ia merasa kecewa dengan pihak sekolah yang tidak menaikkannya hanya karena masalah absensi meski nilai mata pelajarannya bagus.

“Saya minta tolong, kesalahan saya apa? Nilai saya bagus semua. Semester lalu pun nilai saya 90. Kenapa saya tidak naik kelas, padahal sikap saya di sekolah juga baik,” ucap Lidza.

Baca juga Saham PT BAYU BUANA Tbk Naik Hingga 32,18% per Saham



Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah terkait masalah tidak naik kelasnya Maulidza, meskipun ia memiliki nilai bagus. Dugaan korupsi dan pungli yang melibatkan kepala sekolah SMA Negeri 8 Medan juga masih belum mendapatkan klarifikasi resmi.

Masyarakat berharap agar pihak terkait segera menyelesaikan masalah ini dengan adil dan transparan.

(Redaksi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *