Uang Palsu Rp22 Miliar Siap Edar Dicetak di Kantor Akuntan Publik, Berhasil Di Amankan

Jakarta,MRN – Pihak Kepolisian Polda Metro jaya berhasil menggagalkan peredaran uang palsu (upal) senilai Rp22 miliar. Para pelaku memproduksi uang palsu itu di kantor akuntan publik Umar Yadi di Jalan Srengseng Raya Nomor 3 RT 01/RW 08, Kembangan, Jakarta Barat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Saat ini polisi telah menangkap empat tersangka yaitu M, YA, FF, dan F di Srengseng Raya, Jakarta Barat pada Sabtu (15/6/2024). Keempat tersangka diduga mengedarkan, membuat, dan menguasai uang palsu tersebut.

Baca juga RUPS & Public Expose Tahunan PT. ERA Graharealty Tbk.Tahun 2023 Berhasil Membukukan Pertumbuhan Revenue Sebesar 10.74 %



Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam menuturkan, masih ada beberapa orang yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Salah satu DPO itu berinsial U yang diduga sebagai pemilik kantor akuntan publik, tempat produksi uang palsu tersebut.

“Kantor akuntan publik milik U. Perannya bekerja sama dengan tersangka an F untuk menyediakan penyimpanan dan pemotongan uang. Saudara U keberadaanya masih dicari oleh penyidik,” kata Ade dalam keterangan tertulis, Rabu (18/6/2024).

Ade mengungkapkan, tempat itu dialihfungsikan menjadi tempat simpan uang palsu berawal dari habisnya masa sewa gudang Gunung Putri.

Baca juga Sinopsis Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams



Salah satu tersangka inisial M meminta rekannya F mencarikan tempat lain. Ketika itu, F dijanjikan uang Rp500 juta bila berhasil mencari tempat pengganti. Sehingga, disepakatilah kantor akuntan milik U.

“F menghubungi U pemilik kantor akuntan publik dan akhirnya M setuju untuk tempat itu di jadikan produksi atau tempat menyimpan dan memotong uang palsu pecahan 100 ribuan di lokasi pemotongan dan paking uang palsu tersebut di Srengseng Raya Nomor 3, RT 1 RW.8, Srengseng, Kecamatan Kembangan, Kota Jakarta Barat,” kata Ade.

Uang Palsu
Uang Palsu Rp22 Miliar Siap Edar Dicetak di Kantor Akuntan Publik, Berhasil Di Amankan




Kantor akuntan publik yang disalahfungsikan itu kini telah dipasangi garis polisi. Beberapa barang bukti terkait kasus peredaran uang palsu itu telah disita guna kepentingan penyelidikan.

“Barang-barang yang ada hubungannya dengan pemalsuan seperti alat potong uang dan alat hitung uang serta tinta-tinta warna warni,” ujar dia.

Ade sebelumnya mengungkapkan kronologi penangkapan para tersangka kasus uang palsu tersebut. Ia mengatakan kasus tersebut terungkap atas informasi yang dilaporkan masyarakat.

Baca juga Video Game Concert Kembali Akan Di Gelar, Kevin Aprilio akan tampil bersama Addie MS




“Tanggal 15 Juni 2024 berhasil ditangkap atau diamankan tiga tersangka yang disangkakan mengedarkan, membuat, dan menguasai uang palsu,” kata Ade kepada wartawan, Selasa (18/6/2024).

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa uang palsu siap edar dan sejumlah alat pembuatnya.

Ketiga tersangka yaitu M, YA, dan FF yang dua orang di antaranya berasal dari Jawa Barat dan satu lainnya dari Jawa Timur. M merupakan seorang pekerja swasta asal Cirebon, Jawa Barat sementara YA bekerja sebagai buruh harian lepas dari Sukabumi, Jawa Barat.

Baca juga Di Tunjuk Langsung Jokowi Menkopolhukam Jadi Ketua Pemberantasan Judi Online



“Kemudian yang ketiga Saudara FF, pekerjaan swasta asal Surabaya,” tambahnya.

Pada saat penggeledahan, polisi menemukan tumpukan uang pecahan Rp100.000 senilai Rp22 miliar. Selain itu, polisi menyita barang bukti lain berupa satu mesin penghitung, satu mesin pemotong uang, satu mesin GTO atau mesin percetakan, dan beberapa tinta percetakan warna-warni.

“Barang bukti yang diamankan antara lain uang palsu rupiah sejumlah Rp22 miliar, kemudian satu mesin penghitung, satu mesin pemotong uang, dan satu mesin pencetakan, kemudian ada beberapa tinta percetakan warna-warni,” jelasnya.

Baca juga Mutasi ASN Hal Biasa Dalam Pengembangan Karier



Ade mengatakan, sindikat tersebut sudah ditangkap oleh pihak kepolisian sebelum uang palsu tersebut sempat beredar ke masyarakat.

Terkini, polisi kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus tersebut, yaitu inisial F.

“Untuk tersangka ada 4 orang,” kata Ade Ary kepada wartawan, Rabu (19/6/2024).

Dalam kasus ini, tersangka dijerat Pasal 244 KUHP dan Pasal 245 KUHP Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

“Ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara. Ini masih kita lakukan pendalaman,” jelasnya.




Baca juga PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk Capai Κenaikan Pendapatan Lebih Dari 20%

(Redaksi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *