Teknologi Stealth: Rahasia di Balik Pesawat Siluman

Mediarilisnusantara.com – Pesawat militer telah menjadi komponen sentral perang modern sejak kemunculannya pada Perang Dunia I. Seiring waktu, pesawat telah mengalami perkembangan pesat dengan dukungan pemerintah untuk mengungguli pesawat lawan.

Perkembangan awal pesawat terfokus pada rekognisi, tetapi dengan ditambahkannya senjata, pesawat menjadi senjata serangan taktis. Namun, pengenalan teknologi radar pada Perang Dunia II mengubah dinamika perang udara dengan mendeteksi pesawat musuh dengan akurat.

Pada era Perang Dingin, fokus beralih pada pesawat tak terdeteksi radar. Ini mendorong pengembangan teknologi stealth, yang memungkinkan pesawat masuk ke wilayah musuh tanpa terdeteksi radar. Ini dicapai melalui kombinasi teknologi dalam proses manufaktur pesawat.

Radar, singkatan dari radio detection and ranging, merupakan teknologi penting dalam Perang Dunia II. Ini memanfaatkan gelombang radio untuk mendeteksi objek di langit. Teknologi ini telah berkembang sejak akhir abad ke-19, dan pesawat U-2 menjadi salah satu upaya awal AS untuk menghindari deteksi radar.

Namun, U-2 bergantung pada ketinggian ekstrem untuk menghindari deteksi, bukan teknologi stealth yang lebih canggih. Upaya pengembangan pesawat tanpa terdeteksi radar terus berlanjut, terutama oleh divisi Skunk Works milik Lockheed.

Teknologi Stealth: Rahasia di Balik Pesawat Siluman
foto : wallpaperset.com


Pada pertengahan 1950-an, pesawat mata-mata U-2 memberikan informasi vital tentang musuh. Namun, keberhasilan ini terhenti ketika pesawat Gary Powers ditembak jatuh di atas wilayah Soviet pada tahun 1960. Hal ini mendorong pengembangan teknologi stealth lebih lanjut.

Penerbangan U-2 didominasi oleh teknologi ketinggian, bukan teknologi stealth. Namun, pengembangan pesawat A-12 oleh CIA, yang kemudian menjadi SR-71 Blackbird, menghadirkan teknologi stealth pertama. Dengan bahan komposit, bentuk aerodinamis, dan cat khusus, SR-71 memiliki kemampuan mengurangi pantulan radar.

SR-71 beroperasi dengan sukses selama beberapa dekade dalam misi rekognisi dan serangan di berbagai wilayah konflik. Keberhasilannya mendorong pengembangan pesawat stealth generasi berikutnya, seperti F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.

Dengan teknologi ini, pesawat militer modern menjadi hampir tak terdeteksi oleh radar, memungkinkan mereka masuk ke wilayah musuh tanpa diketahui. Teknologi stealth ini merupakan hasil gabungan upaya riset dan rekayasa yang terus berlanjut, membuktikan kunci sukses dalam persenjataan militer modern.



(Redaksi)

Sumber : MSN

Mungkin Anda Menyukai

Satu tanggapan untuk “Teknologi Stealth: Rahasia di Balik Pesawat Siluman

  1. I’m getting increasingly concerned about the lack of response regarding my laptop purchase from your Amazon store. Here’s the link to the model: https://amzn.to/46pmr71. It’s been days without a functioning product and no support from your end. This was a gift, and it’s causing a lot of distress. Please address this urgently. – Steve

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *