PT Telkom Terima Laba Bersih Sampai Rp24,56 Triliun Sepanjang 2023

Jakarta,MRNPT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan laba bersih senilai Rp24,56 triliun sepanjang 2023. Realisasi ini meningkat 18,34 persen year-on-year (yoy) dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp20,75 triliun.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

TLKM mengakui laba sebelum pajak sebesar Rp40,79 triliun dengan laba tahun berjalan bersih tahun 2023 sebesar Rp32,20 triliun. Hal ini membuat laba bersih per saham dasar TLKM tumbuh menjadi Rp247,92 per saham dari semula Rp209,49 per saham.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, memaparkan, laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) perseroan tercatat sebesar Rp 77,6 triliun dengan EBITDA margin pada 52,0 persen. Sementara itu, laba bersih perseroan tumbuh dua digit sebesar 18,3 persen YoY menjadi Rp 24,6 triliun pada akhir 2023.

“Dengan fokus pada transformasi dan implementasi strategi utama 5 Bold Moves, Alhamdulillah, Telkom tetap mampu mencatat kinerja positif baik keuangan maupun operasional,” ujar Ririek dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/3/2024).




Baca juga 240 ASN Ditemukan Melanggar Netralitas Di Pemilu 2024

Ririek menyampaikan, kontribusi terbesar datang dari segmen bisnis Data, Internet & IT Service yang tumbuh 6,5 persen YoY menjadi Rp87,4 triliun. Adapun IndiHome dan layanan Interkoneksi juga catat pertumbuhan pendapatan yang cukup memuaskan pada 2,7 persen YoY dan 7,0 persen YoY.

Kontribusi utama pendapatan Telkom (eksternal maupun antarsegmen) berasal dari segmen mobile, sebesar Rp88,91 triliun disusul bisnis Enterprise senilai Rp44,74 triliun, Wholesale and International Business (WIB) Rp37,26 triliun, dan Consumer Rp26,60 triliun.

Beban pokok ikut meningkat sejalan dengan pertumbuhan pendapatan namun marjin laba kotor masih tertahan positif dengan menyisakan laba usaha bersih sebesar Rp44,38 triliun.

Balance sheet Telkom akhir 2023 menunjukkan peningkatan aset 4,30 persen yoy menjadi Rp287,04 triliun. Ini sejalan dengan pertumbuhan modal bersih atau ekuitas 4,89 persen yoy menjadi Rp156,56 triliun.

Di sisi lain jumlah kewajiban pembayaran utang atau liabilitas meningkat 3,61 persen yoy menjadi Rp130,48 triliun.




Baca juga Khusus Viral Oknum Polisi Tembak Debt Collector Di Palembang

Hingga akhir 2023 perseroan masih memiliki kas bersih senilai Rp29 triliun, terkuras hampir 10 persen dari awal tahun akibat sejumlah pengeluaran, mulai dari kegiatan investasi hingga pendanaan.

(Redaksi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *