Perumda Paljaya DKI Jakarta Gelar Silaturahmi Bersama Media

Jakarta, MRN – Menjelang akhir Ramadan 1445 Hijriah atau 2024 Masehi, Perumda Paljaya yang merupakan Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah milik Pemprov DKI Jakarta, pada Ramadhan kali ini menggelar acara kegiatan Ramadan Bersama Media, dengan tema “Jalin Ukhuwah Islamiyah, Raih Keberkahan di Bulan Ramadan”, pada Jum’at tanggal 5 April 2024, bertempat di Green Cafe Krukut, Jakarta Selatan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Adapun kegiatan Ramadan bersama Media ini bertujuan yakni dalam rangka untuk menjalin tali silaturahmi dan memperkuat kemitraan antara Perumda Paljaya dan media di bulan suci Ramadan yang penuh barokah ini,” kata H. Saptanto selaku Manajer Sekretaris Perusahaan (Corsec) Paljaya didampingi Syahril sebagai Asisten Humas Paljaya saat membuka kegiatan Ramadhan bersama Media tersebut.

Baca Juga: Malam Lailatul Qadar Berikut 7 Amalan yang Dapat Dilakukan



Dalam kesempatan itu, H. Saptanto menekankan betapa pentingnya berbuat baik terhadap sesama umat manusia dengan mengutip salahsatu hadits Nabi Muhammad SAW, “Khoirunnas Anfa’uhum Linnnas”, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat Untuk Orang Lain,” paparnya seraya menyatakan hal ini selaras dengan kinerja Paljaya.

Setelah berbuka puasa bersama acara dilanjutkan ramah tamah antara para pimpinan Paljaya dengan rekan – rekan media yang hadir, termasuk diskusi panel tentang peran media dalam menyuarakan kebutuhan masyarakat dan bagaimana media dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya praktik sanitasi yang aman dan nyaman.

Lebih lanjut H. Saptanto mengungkapkan bagaimana kemitraan yang kuat antara Perumda Paljaya dan media dapat membantu mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dalam rangka Jakarta menuju Global City.

Baca Juga: Kapan Sidang Isbat Untuk tentukan Puasa 2024



Acara kegiatan Ramadhan ini, kata H Saptanto, juga akan menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan pemahaman tentang isu-isu penting di bidang pengolahan air limbah terkini di DKI Jakarta seperti pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Medis di Jakarta Berawal dari adanya Covid-19, Pemda DKI kewalahan dalam mengelola limbah B3 Medis yang membludak di RSUD milik Pemda.

Awal 2021 Ketika melakukan pembahasan Perda 5/2021 Pemda menambahkan ruang lingkup Perumda Paljaya terkait Limbah B3, yang awalnya hanya mengelola Limbah Air Domestik.

“Akhir 2021 disahkan Perda 5/2021 terkait penambahan Ruang Lingkup usaha Paljaya yaitu Pengelolaan Limbah B3. Pada akhir 2022 turunnya anggaran PMD untuk Paljaya dalam rangka Pengelolaan Limbah B3 Medis,”ujar H.Saptanto.

Selanjutnya H. Saptanto mengatakan hal ini menjadikan Perumda Paljaya menjadi satu- satunya instansi pemerintah (BUMD) yang resmi untuk mengolah limbah B3 Medis di Jakarta.

Melalui dukungan dari semua pihak terkait, pada bulan Februari 2023 Paljaya sudah mendapatkan izin Pengangkutan Limbah B3.

“Hingga saat ini, Perumda Paljaya sudah melayani 15 Puskesmas dan 4 RSUD dalam pengolahan limbah B3 Medis. Untuk mendukung percepatan layanan pengolahan limbah B3 Medis, Perumda Paljaya akan membangun tempat pengolahan limbah B3 Medis di DKI Jakarta dan operasionalnya di targetkan akan terlaksana di tahun 2025,’ kata H.Saptanto.

Baca Juga: FMIPA UGM Buka Peluang Lulusan Bekerja di Jepang



Sementara itu, Syahril sebagai Asisten Humas Perumda Paljaya menambahkan sanitasi yang layak dan aman adalah kebutuhan dasar yang krusial bagi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Namun, di wilayah Jakarta masih banyak yang belum memiliki akses yang memadai terhadap fasilitas sanitasi yang di maksud.

Kata Syahril, Perumda Paljaya telah melakukan analisis dan survei terkait kondisi wilayah-wilayah yang masih banyak mempraktikan buang air besar sembarangan (BABS). Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, Perumda Paljaya menginisiasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bidang sanitasi.

“Langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) No.1 Tahun 2024 tentang “Percepatan Penyediaan Air Minum dan Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik,” katanya.

Baca Juga: Jasa Marga Ingatkan Pemudik jangan Berangkat Waktu Sahur dan Buka



Adapun Program CSR, lanjut Syahril, bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi yang layak dan aman serta memenuhi standar minimum pelayanan (SPM) Pemerintah. Dengan menerapkan konsep “one stop sanitation”.

“Sehingga diharapkan Masyarakat bisa mendapatkan akses yang lebih mudah untuk melakukan praktik sanitasi yang aman, kegiatan CSR yang akan dilakukan seperti revitalisasi tangki septik dan pembangunan MCK umum diwilayah-wilayah masih banyak melalukan BABS. Sehingga melalui kolaborasi CSR ini, kami ingin menciptakan solusi holistik untuk mengatasi tantangan sanitasi di DKI Jakarta,” ujar Syahril.

Syarlil menyatakan, kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta, serta melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra lainnya untuk menciptakan akses sanitasi yang aman dan layak bagi semua warga Jakarta.

(Dedy Budiman)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *