Pemerhati Wanita Meminta Pihak Serius Tangani Stunting dan Gizi Buruk Di Papua Barat Daya

Papua,MRN – Emansipasi Wanita di masa kini Sosok Raden Ajeng Kartini tampak tidak lepas menjadi topik pembicaraan seputar emansipasi wanita terutama persoalan stunting dan gizi buruk .

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Usaha Kartini dalam memperjuangkan hak wanita untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dan diberikan kesempatan yang sama untuk menerapkan ilmu yang dimiliki agar tidak direndahkan derajatnya menjadikan Kartini dikenal sebagai tokoh penggerak emansipasi wanita.

Emansipasi perempuan tidak semata-mata berfokus pada kesetaraan antara hak laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam beragam bidang termasuk dalam ranah politik dalam memperjuangkan dan membela nasib, kepentingan dan hak-hak kaum perempuan.



Baca juga Band Utama Batal Manggung Penonton Marah Hingga Bakar Panggung Konser Di Tanggerang

Sosok Maria Jitmau yang merupakan tokoh muda perempuan yang sangat fokus pada perjuangan hak-hak kaum perempuan Papua agar bisa diakomodir dan didengarkan dengan baik.

Selama ini, Maria Jitmu juga berjibaku menyuarakan agar sumber daya manusia khususnya generasi muda diperhatikan dan diperdayakan potensi secara maksimal baik dari aspek bakat, kompetensi, karakter dan ilmu.

Selain itu juga, Maria Jitmau menginginkan agar persoalan stunting dan gizi buruk bisa diturunkan bahkan dihilangkan karena hal ini berdampak pada mental dan fisik generasi penerus pada masa mendatang.



Baca juga Keajaiban Liburan Sekolah Hadir Di Ancol Taman Impian

Menurut Maria Jitmau untuk menyelesaikan persoalan stunting dan gizi buruk dan pemberdayaan kapasitas generasi muda termasuk perjuangan hak-hak perempuan atau mama-mama di Papua dibutuhkan sosok yang berani, pekerja keras dan siap berkeringat untuk melayani dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Saya sebagai Aktivis dan Pemerhati Perempuan Papua meminta kepada Tim Seleksi DPRP/ DPRK Otsus Papua agar mempertimbangkan secara seksama keterwakilan perempuan yang kuota yang diperuntukkan untuk perempuan dalam memperjuangkan dan membela hak-hak perempuan.

Sebab, hanya perempuan yang tahu secara komprehensif, tepat dan benar untuk bagaimana derajat dan martabat perempuan jauh lebih baik lagi kedepannya, ungkap Maria Jitmau.



(Christin)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *