Pemborong Bangunan Nakal, Membuat Bangkrut Pemiliknya

Jakarta Barat, MRN – 25 Juni 2024, Pelaksanaan penyegelan terhadap satu unit bangunan rumah kos enam lantai yang dipimpin langsung oleh Maulani Pane, S.T., M.M., Kepala Seksi Bangunan Gedung Suku Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Administrasi Jakarta Barat, terletak di Jalan Daan Mogot II No. 24, Kav. Blok A-1 No. 10-11, Phase VIII, RT 003, RW 01, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Proses penyegelan ini tentu saja menarik perhatian warga sekitarnya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ketika dikonfirmasi oleh awak media, Maulani Pane menegaskan bahwa bangunan tersebut melanggar ketentuan ketinggian lantai yang telah ditetapkan.

Selain itu, bangunan tersebut juga melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB), yang mengatur jarak bangunan dari batas lahan; serta melanggar Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB), yang mengatur proporsi dan luas lantai bangunan yang diizinkan. Pelanggaran-pelanggaran ini merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap peraturan yang ada, tegas Pane.



Baca Juga: Uang Palsu Rp22 Miliar Siap Edar Dicetak di Kantor Akuntan Publik, Berhasil Di Amankan

Ia menambahkan bahwa bangunan ini pernah disegel sebelumnya, namun segel tersebut dirusak oleh pihak pemborong. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penegakan aturan sering kali dihadapkan pada tantangan yang serius, termasuk perlawanan dari pihak yang tidak mengindahkan hukum.

Lebih lanjut mengenai tindakan yang diambil apabila pemborong nakal tersebut dibuatkan pintu samping setelah bagian depan bangunan disegel dan diberi garis polisi.



Baca Juga: Virgoun Ditangkap Polisi Terkait kasus Narkoba

Maulani Pane, ST., M.M., menjawab dengan tegas bahwa tindakan tegas ini akan diambil sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mencegah hal tersebut.

Lokasi bangunan bermasalah ini berada di Jalan Daan Mogot II No. 24, Kav. Blok A-1 No. 10-11, Phase VIII, RT 003, RW 01, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tertera pada papan informasi di lokasi, disebutkan bahwa bangunan ini memiliki izin untuk lima lantai berdasarkan nomor izin 2S/C.37e/31.73.02.1002.R-1/TM.15/e/2024 tertanggal 19 Januari 2024.



Baca Juga: Mutasi ASN Hal Biasa dalam Pengembangan Karier

Namun, saat ini bangunan tersebut telah dibangun hingga enam lapis dan tujuh lantai, menimbulkan semakin banyak pelanggaran. Pemborong bangunan ini berinisial YSF.

Saat pelaksanaan penyegelan, tidak ada pihak dari pemborong ataupun pemilik yang hadir di lokasi. Ketidakhadiran pemborong dan pemilik menunjukkan kurangnya tanggung jawab dari pihak yang bersangkutan, yang seharusnya turut memastikan bahwa proses pembangunan yang mereka jalankan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Video Wawancara

(Rasdi)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *