Lebanon Akui Keadaan Perang Akibat Serangan yang di Luncurkan Israel

Mediarillisnusantara.ComNajib Mikati Perdana Menteri Lebanon mengatakan negaranya dalam keadaan perang akibat ancaman dan serangan Yang di luncurkan dari Israel.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Ancaman yang kita hadapi seperti perang psikologi. Pertanyaan semua orang adalah ‘apakah itu perang?’ Ya, kita dalam keadaan perang. Akibat serangan Israel, ada banyak korban tewas dari pihak sipil dan non sipil dan desa-desa yang hancur,” kata Mikati dilansir TV one pada Minggu (30/6/2024).

Pada 18 Juni, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan bahwa pihaknya telah menyetujui rencana operasional serangan di Lebanon.



Baca juga Israel Serang Kamp Di Rafah, PBB Gelar Pertemuan Darurat

Israel Katz Menteri Luar Negeri Israel kemudian mengatakan bahwa Israel “sedikit lagi” memutuskan untuk “mengubah aturan” terhadap Hizbullah dan Lebanon, mengancam akan menghancurkan gerakan tersebut “dalam perang habis-habisan” dan “memukul keras” Lebanon.

Hassan Nasrallah Sekretaris Jenderal Hizbullah mengatakan bahwa gerakan tersebut dapat menyerang Israel utara jika konfrontasi semakin meningkat.

Situasi di perbatasan Israel-Lebanon memburuk setelah dimulainya serangan militer Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023.



Baca juga Israel Kembali Serang Kamp Di Rafah Barat, 21 Orang Tewas

IDF dan pasukan Hizbullah saling baku tembak di kawasan sepanjang perbatasan setiap hari.

Kementerian Luar Negeri Lebanon mengatakan sekitar 100.000 orang harus meninggalkan rumah-rumah mereka di wilayah perbatasan, sementara Kemenlu Israel mengatakan sebanyak 80.000 warganya harus melakukan hal yang sama.



(Redaksi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *