Korban BUMN PT Istaka Karya Menuntut Tanggung Jawab Negara

Jakarta,MRN -Pada tanggal 15 Maret 2023, ratusan pengusaha swasta, pelaku UKM, subkontraktor, dan supplier yang tergabung dalam Persatuan Korban PT Istaka Karya atau Perkobik, akan mengadakan aksi demonstrasi di depan kantor Kementerian BUMN pada Rabu, 15 Maret pagi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam aksi demonstrasi tersebut, mereka akan menuntut agar Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan bertanggung jawab dalam melunasi seluruh utang BUMN PT Istaka Karya kepada supplier dan subkontraktor yang telah menyelesaikan kewajiban mereka dalam membangun berbagai infrastruktur di Indonesia, seperti pembangunan jalan tol, underpass, jembatan, gedung pemerintah, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Dinas Pendidikan Kota Depok Gelar Pelepasan Kampus



“Kami adalah pengusaha swasta, baik lokal maupun nasional. Kami telah menjalankan kewajiban kami dengan menggunakan modal sendiri, baik berupa uang, barang, maupun tenaga. Namun, hingga saat ini, BUMN Istaka Karya yang merupakan perusahaan plat merah dan milik negara belum melunasi seluruh tagihan pembayaran yang merupakan hak kami. Oleh karena itu, kami menuntut pemerintah dan negara untuk bertanggung jawab,” ujar Bambang Susilo selaku ketua Perkobik.

PT Istaka Karya

 

Menurut informasi yang diberikan oleh Bambang Susilo, seorang pengusaha pasir dan batu asal Yogyakarta yang juga penyandang disabilitas, ia menegaskan bahwa kesalahan manajemen dan buruknya kinerja BUMN tidak boleh menjadi alasan bagi para pelaku usaha nasional untuk tidak melunasi anggaran yang telah ditetapkan.

Sebagai pengusaha swasta dengan modal sendiri, kami mendapatkan pinjaman dari bank dengan jaminan rumah, tanah, dan lainnya. Kami juga membayar pajak, menciptakan lapangan kerja, dan pekerjaan kami telah diselesaikan dengan hasil yang nyata, seperti pembangunan underpass, jalan tol, dan gedung pemerintah.



Baca Juga: Gebyar Indonesia Meriah persiapan HUT RI ke 79 thn

Semua ini langsung dimanfaatkan oleh masyarakat dan dinikmati oleh pemerintah. Oleh karena itu, kami merasa bahwa kami yang seharusnya mendapatkan keuntungan, bukan sebaliknya.

Saya mengeluhkan bahwa perjuangan saya lebih mudah karena melawan bangsa penjajah, namun perjuangan kalian akan sulit karena melawan bangsa sendiri.

Bambang yang menghadapi pailit penuh rekayasa dan cacat hukum, menegaskan bahwa Perkobik mendukung rencana pemerintah dalam pembubaran BUMN yang tidak berkinerja atau merugi.



Baca Juga: Virgoun Ditangkap Polisi Terkait kasus Narkoba

Namun, pemerintah harus menyelesaikan kewajibannya. Proses pailit PT Istaka Karya ini penuh dengan permainan dan rekayasa. Saya juga ditawari untuk menggugat pailit.

Selain itu, PT Istaka Karya juga terlibat dalam permainan pailit yang melanggar PP Nomor 44 Tahun 2018 yang secara tegas dan rinci mengatur pembayaran kembali saham milik para pemegang saham seri C.

(rudi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *