Kondominium Fujimi-Dori Dirobohkan Karena Halangi Pemandangan Gunung Fuji

Jakarta, mediarilisnusantara.com – Kondominium Fujimi-dori yang berdiri di Tokyo, Jepang, kini berpotensi untuk dirobohkan karena menghalangi pemandangan Gunung Fuji yang terkenal.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Menurut laporan dari asahi.com, Selasa (11/6/2024), gedung apartemen 10 lantai ini terletak di jalan Fujimi-dori, hanya 10 menit dari stasiun JR Kunitachi di Tokyo Barat.

Kritik pedas mulai mengalir dari berbagai pihak, termasuk warga setempat yang merasa terganggu dengan blokade pemandangan alami yang disebabkan oleh gedung tersebut.



Baca Juga: Tunjuk Langsung Jokowi Menkopolhukam Di Jadikan Ketua Pemberantasan Judi Online

Kondominium Fujimi-dori di Kritik Dua kali

Berdasarkan informasi yang ada, sebelumnya bangunan kondominium tersebut direncanakan memiliki total 11 lantai dan diiklankan sebagai kondominium pertama yang dijual di kawasan Kunitachi Fujimi-dori dalam 10 tahun terakhir.

Kondominium ini dibangun di jalan yang terkenal dengan pemandangan indah ke arah Gunung Fuji. Awalnya, perusahaan tidak mempertimbangkan bahwa keberadaan gedung ini akan menghalangi pemandangan ikonik Gunung Fuji yang memiliki ketinggian 3.776 mdpl.




Baca Juga: Dukung Revitalisai Pasar Blok G, P3KJ Melakukan Koordinasi Pasar Jaya UPB Pasar Tanah Abang

Sekesui House telah berusaha melakukan dialog dengan warga sekitar. Perusahaan yang berbasis di Osaka ini juga telah mengubah struktur bangunan dengan mengurangi jumlah lantai dari 11 menjadi 10 serta menurunkan tinggi setiap lantai secara signifikan.

Kondominium Fujimi-dori
Ilustrasi Pemandangan Gunung Fuji Terhalang Gedung. Foto: Richard A. Brooks/AFP via Getty Images

Namun, warga tetap tidak dapat menerima perubahan tersebut. Sebagai tanggapan atas kritikan tersebut, pengembang properti Sekisui House Ltd.



Baca Juga: Video Game Concert Kembali Akan Di Gelar, Kevin Aprilio akan tampil bersama Addie MS

yang bertanggung jawab atas gedung tersebut telah melakukan renovasi dengan mengurangi jumlah lantai menjadi 10 dan menurunkan tinggi setiap lantai secara signifikan.

Namun, upaya mereka untuk mengurangi total ketinggian kondominium tersebut masih belum dapat diterima oleh masyarakat setempat karena gedung ini masih menghalangi pemandangan Gunung Fuji di daerah tersebut.

Situasi Kondominium Fujimi-Dori

Sekarang, proyek gedung kondominium tersebut telah dihentikan oleh pemerintah setempat.

Saat ini, pengembang gedung tersebut telah menyetujui untuk merobohkan gedung kondominium tersebut karena kurang mempertimbangkan dampaknya terhadap kawasan dan alam sekitarnya.

Pemerintah setempat menyatakan, “Kami saat ini sedang menjelaskan situasi ini kepada calon pembeli dan warga setempat.”



Baca Juga: Aktivis Pemerhati Hukum Menanggapi Dugaan Kasus Vina Cirebon

Kondominium Fujimi-dori
Para pekerja memasang penghalang untuk menghalangi pandangan Gunung Fuji di Jepang yang muncul dari belakang sebuah toko serba Fujikawaguchiko. Foto: AFP

 

Pendapat Warga Sekitar Mengenai Kondominium Fujimi-dori

Sebuah laporan dari asahi.com yang ditulis oleh Nobufumi Yamada, Shun Yoshimura, Shoko Rikimaru, dan Hiroshi Nakano mengungkapkan bahwa seorang wanita berusia 91 tahun yang tinggal di lingkungan tersebut menyatakan penentangannya terhadap pembangunan kondominium tersebut.

Alasannya adalah karena kondominium tersebut akan mengganggu “pandangan dan kemampuannya untuk mendapatkan banyak sinar matahari.”

Baca Juga: DPRD Kota Depok menggelar Rapat Paripurna dalam rangka masa sidang kedua 2024

Namun, seiring berjalannya pekerjaan konstruksi, wanita tersebut akhirnya menerima pemikiran bahwa “setelah bangunan selesai dibangun, tidak ada lagi yang perlu dilakukan.”

Namun, tiba-tiba saja, pengembang memutuskan untuk menghancurkannya. “Sungguh sia-sia kondominium yang indah ini,” ujar wanita tersebut.




Baca Juga: Profil Briptu Fadhilatun Nikmah, Polwan yang Tega Bakar Suami Sendiri

Sekarang, dia memiliki kekhawatiran baru, yaitu “suara dari pekerjaan pembongkaran akan terlalu keras.” Wanita tersebut berpendapat bahwa jika pengembang harus menghancurkannya, seharusnya mereka tidak membangunnya sejak awal.

Dia juga menginginkan penjelasan yang jelas dari pengembang dan pemerintah kota tentang bagaimana hal ini bisa terjadi.

(Reza)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *