Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Tersangka kasus Pemerasan ,di penjara seumur hidup?

Jakarta,MRN – Ketua KPK, Firli Bahuri, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan terhadap mentri pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Sesuai aturan, Firli Bahuri harus diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Ketua KPK karena status tersangka itu.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!


Ketua KPK Firli Bahuri resmi jadi tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL). Status tersangka Firli disampaikan oleh Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak pada Rabu (22/11/2023) malam.

Ade mengatakan hasil gelar perkara penyidik memberi keyakinan kepada penyidik untuk menaikkan status Firli sebagai tersangka, Atas kasus tersebut, Firli Bahuri terancam hukuman penjara seumur hidup.

“Pasal 12 e, 12 B atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 65 KUHP,” jelas Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak.

Ade lalu menjelaskan bentuk hukuman yang termuat dalam Pasal 12 B ayat 2. Dia mengatakan hukuman maksimal dari jeratan pasal ini adalah hukuman seumur hidup.

“Di ayat 2 disebutkan, bahwa pidana bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara sebagaimana dimaksud ayat satu, dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara Paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” katanya.

Profil singkat Firli Bahuri

Firli Bahuri atau kerap disapa Firli merupakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Pria kelahiran Prabumulih, Sumatera Selatan, 8 November 1963 tersebut merupakan putra dari pasangan Bahuri dan Tamah.

Firli mengenyam pendidikan dasarnya di SDN Lontar Muara Jaya Oku dan lulus pada 1975. Kemudian, dia berhasil menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bhakti Pengandonan Oku pada1979 dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Palembang pada 1982.

Baca juga Kepulangan Jokowi Usai Hadiri Rangkaian KTT APEC

Usai lulus SMA, Firli memutuskan untuk menjadi seorang polisi. Namun, impian itu sempat kandas karena dia gagal dalam seleksi.



Firli terus berusaha untuk mengikuti seleksi kepolisian. Akhirnya dia diterima seleksi bintara pada 1984. Kemudian, dia berhasil lolos seleksi Akademi Bersenjata Republik Indonesia Kepolisian (sekarang bernama Akademi Kepolisian) dan lulus pada 1990.

(Redaksi)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *