Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Tindak Pidana Mafia Beras

Banten, MRN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti tahap II tindak pidana mafia beras dari dari Kepolisian Daerah (Polda) Banten. Selanjutnya, pelimpahan tersangka dan barang bukti tersebut akan segera dilimpahkan ke Pengadilan untuk segera disidangkan.

Diketahui, Satgas Pangan Polda Banten menangkap tujuh terangka kasus dugaan pengoplosan dan pengemasan ulang beras Bulog.

Bahwa berkas perkara dalam perkara tindak pidana mafia beras tersebut berasal dari penyidik polda banten dengan 6 (enam) berkas perkara dan 7 (tujuh) orang tersangka yaitu HS, tersangka TL, tersangka AL, tersangka BR, tersangka FR, tersangka HM, dan tersangka ID, yang tersangka melanggar pasal: pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a, d dan f udang-udang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000.- (dua miliar rupiah) pasal 382 bis KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 dan atau pasal 56 KUHP dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 4 (empat) bulan.

Baca juga :

Mentan SYL Dampingi Presiden Panen Padi Nusantara Serentak di 30 Provinsi

Presiden Jokowi Saksikan Penyerahan Pesawat Super Hercules TNI AU

 

“Segera akan kita limpahkan ke pengadilan, supaya disidangkan dan segera kita lakukan tuntutan, nanti hakim akan memberikan hukuman, kalau inkrah segera kita eksekusi,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Didik Farkhan, kepada awak media, Rabu (8/3/2023).

Menurut dia, penegakkan hukum kasus mafia beras menarik perhatian nasional karena menyebabkan harga beras meningkat di pasaran.

“Karena urusan perut, beras dan perhatian pemerintah, kasus-kasus mafia beras ini menimbulkan gejolak harga sehingga mendorong inflasi,” Ujar dia.

Baca juga :

Bekali Warga Binaan Keterampilan, Ibu Iriana: Keluar dari Sini Bisa Mandiri

Satgas Pamtas Yonif 132/ BS Kembali Gagalkan Penyeludupan Ganja Kering Seberat 650gram

 

Ditempat yang sama, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto, menambahkan pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan ada pihak lain yang terlibat mengarah ke tindak pidana korupsi.

“Nanti ada tahap selanjutnya, akan melaksanakan penyidikan sampai ke atas sesuai dengan apa yang disampailam pak Kapolda Banten,” tandas dia.

(Redaksi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *