IWAPI Gelar Seminar dan Diskusi Kesehatan Seputar Kanker

Jakarta, MRN – 8 Februari 2023. IWAPI Jakarta Timur bekerja sama dengan RS. Siloam Hospital TB. Simatupang menyelenggarakan Seminar dan Diskusi Kesehatan dengan mengangkat tema: “Pengetahuan Seputar Kanker” pada Rabu, (8/2), pukul 13.00 – 16.00, bertempat di Manhattan Hotel Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Acara dihadiri pengurus dan anggota IWAPI Jakarta Timur dengan menghadirkan 2 pembicara kunci: Dr. Dradjat Ryanto Suardi, SpB(K) Onk, Spesialis Bedah Onkologi, dan dr. Ketut Ngurah Gunapriya SpAn, KIC, FIPM, FIPP, CIPS, Spesialis Anastesi. CEO RS. Siloam Hospital Tb. Simatupang, dr. Dewi Anggraini, MARS turut memberikan sambutan.

Baca Juga: Gaji Pekerja Dipotong untuk Tapera, Jokowi Ingin Agar lebih bermanfaat



Seminar dan diskusi yang disponsori oleh Siloam Hospitals, Wacoal, ONEonco, dan Prodia, serta TravelXplore sebagai Media Partner ini dimoderatori oleh Fitria Widi Waluya, seorang TV Presenter & Media Planner.

Ketua DPC IWAPI Jakarta Timur, Hj. Isye Faizah, membuka acara dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, pembicara, dan para sponsor.

IWAPI

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung acara ini. Pada event kali ini kami menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Seminar Kesehatan Seputar Kanker. Semoga dengan mengikuti acara ini, peserta dapat mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan seputar kanker,” kata Isye.

Sebelum masuk ke acara inti, Tiara Indriani, Project Executive ONEonco, dan Diana dari Prodia, turut memberikan informasi kepada peserta bahwa produk mereka juga bergerak di bidang kesehatan yang berhubungan dengan seputar kanker. Jadi, peserta dapat mengakses www.oneonco.co.id dan berkunjung ke Prodia yang berada di Jakarta, Medan, dan Surabaya.




Baca Juga: Mahfud Mengaku Mual Soal Putusan MK Tentang Batasan Usia Pilkada

Dr. Dradjat Ryanto Suardi, Spesialis Bedah Onkologi menjadi pemateri pertama yang mengulas seputar kanker dan bagaimana cara mengatasinya.

“Data dari WHO, tahun 2005 kematian karena kanker sejumlah 7 juta orang, terdapat 11 juta kasus baru, dan 25 juta orang hidup dengan kanker. Sementara pada tahun 2030, jika tidak diatasi, angkanya diprediksi membengkak menjadi 17 juta kematian, 27 juta kasus baru, dan 75 juta orang hidup dengan kanker. Data tersebut 70% ada di negara berkembang termasuk Indonesia,” ujar Dr.Dradjat.

Untuk menghindari kanker, dokter Spesialis Bedah Onkologi ini memberikan tips jitu kepada peserta yaitu dengan gaya hidup sehat, dan melakukan upaya preventif penyakit kanker dengan perilaku CERDIK.



Baca Juga: Muatan Crane Milik proyek kejagung Jatuh Timpa Jalur MRT

CERDIK kependekan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin olah raga, Diet yang seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kendalikan stress. Dengan menerapkan hal tersebut, yakinlah bahwa kita bersama akan bisa atasi kanker,” ungkapnya.

Sebelum menutup sesinya, Dr. Dradjat memberikan tips tentang makanan yang dikonsumsi.

“Hindari karbohidrat, gula, dan lemak. Naikin konsumsi protein, serat, dan buah-buahan,” pungkasnya.

IWAPI

Sementara itu, dr. Ketut Ngurah Gunapriya mengulas seputar kanker dari sisi yang lain, yakni rasa nyeri dampak dari kanker.

“Pada pasien kanker, ada 2 hal yang dianggap menakutkan, yaitu umur yang pendek, dan akan merasakan nyeri yang hebat,” ujar dr. Ketut mengawali paparannya.

Menurutnya, untuk meminimalisir rasa nyeri, pasien kanker jangan abaikan kekuatan pikiran. Pikiran atau sugesti yang ada dalam benak kita harus positif.



Baca Juga: Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Tapera di Istana Negara

“Kanker itu tidak menakutkan, asal kita atasi sedini mungkin. Menurut penelitian, 30 persen pasien kanker dapat sembuh di antaranya dengan selalu bersyukur, dan berpikir positif,” imbuhnya.

“Dan terhadap orang di sekelilingnya, please, pengidap kanker jangan ditanya atau disinggung penyakit yang diidapnya, dan jangan sekali-kali dikasihani. Karena dampak psikologisnya si pasien malah makin terpuruk,” pungkasnya.

Pada kesempatan berikutnya, salah satu peserta, Hj. Nur 53 tahun, penyintas kanker, memberikan testimoni.



Baca Juga: Anita Anggota DPR Marah Saat Rapat dengan Nadiem, Minta KPK Periksa Anggaran

“Di usia saya yang sudah 53 tahun, saya sudah tidak menstruasi selama setahun. Memasuki tahun berikutnya, koq saya menstruasi terus tanpa henti selama 20 hari. Akhirnya saya periksa kandungan, ternyata saya mengidap tumor, besarnya sekitar 1 cm. Lalu saya operasi dan menjalani kemoterapi 4x, alhamdulillah sekarang sudah sehat kembali,” paparnya.

Dari cerita tersebut, Dr. Drajat mengatakan: “Dengan ibu bercerita kepada orang lain tentang pernah mengidap kanker dan bisa melaluinya dengan semangat untuk sembuh, akan menjadi imun kepada yang lain,” jelasnya.




IWAPI

Acara ditutup dengan penandatanganan kerja sama antara Siloam Hospital TB. Simatupang dengan DPC IWAPI Jakarta Timur.

“Semoga dengan kerja sama ini dapat mewujudkan wanita Indonesia sehat dan tangguh. Tak dapat dipungkiri, peran wanita lebih besar dari lelaki. Selain memastikan kesejahteraan keluarga, kesehatan jiwa dan mentalnya harus dijaga. Dari sekian banyak kanker, payudara dan serviks ada pada urutan teratas, kita sebagai wanita harus semakin waspada dengan kanker, dan Siloam Hospital yang didukung oleh peralatan yang lengkap dan tenaga medis yang kompeten, siap memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik,” tutup Dewi Anggraeni.

(YN)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *