Imbas Kematian Afif Maulana, Kapolri Didesak Copot Kapolda Sumbar: Silakan, Saya Bukan Pelaku Kejahatan

Sumatra, MRN – Kapolda Sumbar (Sumatera Barat) Irjen Suharyono dilaporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri terkait dugaan pelanggaran etik dalam pengusutan kasus kematian Afif Maulana (13) di bawah jembatan Batang Kuranji, Kota Padang.yang dinilai tidak transparan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kapolda Sumbar dinilai telah menghalang-halangi penegakan hukum dan melindungi para pelaku anggota polisi yang diduga menyiksa Afif hingga tewas.

“Mendesak Kapolri untuk segera mencopot Irjen Suharyono dari jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat,” kata Direktur LBH Padang Indira Suryani, dalam keterangan pers, Selasa (2/7/2024).

Baca Juga: Kasus Kematian Afif Maulana Diduga Wafat Dianiaya Oknum Polisi



Laporan terhadap Suharyono tersebut dilayangkan Kontras dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang pada Rabu (3/7/2024) kemarin.

Selain Suharyono, Kasat Reskrim Polresta Padang dan Kanit Jatanras Polresta Padang juga turut dilaporkan.

“Kami melaporkan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Kapolda Sumatera Barat, Kasat Reskrim Polresta Padang dan Kanit Jatanras dari Satreskrim Polresta Padang,” kata Kepada Divisi Hukum KontraS Andre Yunus di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Kronologi Jatuhnya Pesawat Korean Air dalam Waktu 15 Menit



Menurut penjelasannya, pihaknya menilai banyak kejanggalan dalam pengusutan kasus kematian bocah 13 tahun tersebut yang dilakukan oleh Polresta Padang dan Polda Sumbar.

Ia mengatakan, alih-alih melakukan investigasi mendalam, Kapolda Sumbar justru menggiring opini publik dengan mencari siapa yang menviralkan kasus tersebut.

Sementara Direktur LBH Pandang Indira menyebut beberapa kejanggalan yang mereka laporkan terkait penanganan kasus kematian Afif antara lain soal kondisi tempat kejadian perkara (TKP).

Dia menyebut saat LBH Padang turun ke TKP pada 17 Juni 2024, belum ada garis polisi.

Baca Juga: Perubahan Peraturan Pajak Penghasilan di Indonesia, Hingga Peraturan Terbaru 2024



Dia mengatakan garis polisi baru ada 3 hari yang lalu. Akibatnya, telah ada perubahan pada TKP, seperti kedalaman air yang berubah tinggi, sedangkan sebelumnya dangkal.

Selain itu, LBH Padang menilai beberapa pernyataan Kapolda Sumbar berubah-ubah, serta terlalu tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan dalam kasus tersebut.

“Kami berharap bahwa kasus ini harus terang begitu, tidak ada yang ditutup-tutupi, tidak ada proses untuk mem-fight back (melawan balik, red), balik keluarga korban,” tegasnya, dikutip dari Antara.

Kapolda Sumbar
Kapolda Sumatera Barat Irjen Suharyono menyampaikan keterangan di Markas Polresta Padang, Sumbar, Minggu (23/6/2024). Suharyono dilaporkan ke Divisi Propam Polri terkait pengusutan kematian Afif Maulana. (Sumber: Yola Sastra/Kompas.id)

Tanggapan Kapolda Sumbar

Kapolda Sumbar Irjen Suharyono merespons pengaduan terhadap dirinya. Ia mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut.

“Silakan saja. Saya bukan pelaku kejahatan kok, saya pembela kebenaran. Kalau institusi kami diinjak-injak dan dipojokkan, ya siapa yang tidak marah?” kata Suharyono, Rabu.

Ia pun menegaskan, seluruh keterangan yang disampaikan berdasarkan alat bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.



Baca juga Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah Vertikal Tahun 2024 Untuk Penataan Kawasan Kumuh

Suharyono juga kembali menyampaikan, Afif meninggal dunia bukan karena dianiaya polisi, tetapi melompat ke sungai sebagaimana kesaksian teman korban.

“Kami bertanggung jawab. Bahwa kami yakini, berdasarkan kesaksian dan barang bukti yang kuat (Afif Maulana) melompat ke sungai untuk mengamankan diri, sebagaimana ajakannya ke Adhitya, bukan dianiaya polisi. Itu keyakinan kami,” jelasnya, dikutip dari Kompas.com.



Baca Juga: Viral Peramal India Terjadi Kiamat pada 29 Juni 2024

Diberitakan sebelumnya, polisi menemukan jenazah Afif pada Minggu (9/6/2024). Sebelum tewas, AM berada di jembatan Kuranji yang saat itu diduga sedang terjadi aksi tawuran.

Berdasarkan hasil investigasi LBH Padang, Afif diduga dianiaya sebelum tewas dengan bukti luka-luka lebam di tubuh korban.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Barat Irjen Suharyono mendiuga Afif meninggal karena jatuh ke sungai dan berbenturan dengan benda keras yang menyebabkan tulang iganya patah.

(Redaksi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *