ICC Ajukan Penangkapan Netanyahu-Hamas, lalu apa yang akan terjadi

Jakarta,MRN – Kantor kejaksaan Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) mengajukan surat permohonan perintah penangkapan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant serta tiga pemimpin kelompok Hamas.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Jaksa penuntut ICC, Karim Khan mengatakan ada alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa mereka mengemban tanggung jawab pidana atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, setidaknya sejak 7 Oktober 2023.

“Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, dan Yoav Gallant Menteri Pertahanan Israel bertanggung jawab atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan wilayah negara Palestina [di Jalur Gaza,” kata Khan, dikutip situs resmi ICC.

Tak hanya untuk pejabat Israel, Khan juga mengajukan permohonan agar ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Komandan Hamas Yahya Sinwar, Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh, Panglima sayap militer Brigade Al Qassam Diab Ibrahim Al Masri.

Baca juga Starlink Resmi Di Luncurkan Di Indonesia, Ada Diskon 40 Persen Untuk Hardware


Netanyahu didakwa atas melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Jaksa Karim Khan mengatakan tak hanya Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant juga akan masuk daftar buruan.

Karena keduanya melakukan tindakan yang menyebabkan “kelaparan”, “pembunuhan yang disengaja”, dan “pemusnahan”.

ICC Ajukan Penangkapan Netanyahu-Hamas, lalu apa yang akan terjadi

“Kejahatan terhadap kemanusiaan yang didakwakan adalah pemusnahan dan atau pembunuhan, termasuk dalam konteks kematian akibat kelaparan, penganiayaan, dan tindakan tidak manusiawi lainnya,” katanya dalam pengumuman dimuat AFP, Selasa (21/5/2024).



“Dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas dan sistematis terhadap penduduk sipil Palestina berdasarkan kebijakan Negara,” tambahnya.

“Kejahatan ini, menurut penilaian kami, berlanjut hingga hari ini,” tegasnya.

Lalu Akankah Netanyahu dan para pemimpin Hamas ditangkap?

Statuta Roma yang menjadi dasar berdirinya ICC, dikombinasikan dengan yurisprudensi dari kasus-kasus masa lalu yang melibatkan surat perintah penangkapan terhadap kepala negara yang menjabat, mewajibkan seluruh 124 negara penandatangan ICC untuk menangkap dan menyerahkan setiap individu yang terkena surat perintah penangkapan ICC, jika mereka menginjakkan kaki di wilayah mereka.

Namun, ICC tidak mempunyai cara untuk melakukan penangkapan. Sanksi bagi negara yang tidak melakukan penangkapan akan dirujuk kembali ke majelis negara-negara anggota ICC dan pada akhirnya dirujuk ke Dewan Keamanan PBB.



(Redaksi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *