Glenn Wijaya: Cawe-Cawe Demokrasi dan Meneruskan Visi Pemerintahan

Juristwannabe bersama Leo & Partners mengadakan seminar offline dengan tema “Refleksi Tengah Tahun: Cawe-Cawe Demokrasi” di Rooftop Cafe, Bendungan Hilir Jakarta pada hari Minggu, 11 Juni 2023. Acara seminar offline tersebut dihadiri oleh narasumber yaitu Feri Amsari (Pakar HTN), Bivitri Susanti (Pakar HTN), Glenn Wijaya (Corporate Lawyer), Zico Leonard (Constitutional Lawyer).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Glenn Wijaya sebagai Corporate Lawyer seusai menghadiri sebagai narasumber memberikan wawancara kepada media elektronik bahwa “Kalau saya sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan dari cawe-cawe itu karena saya melihat dia sebagai Presiden 2 periode dan beliau pasti pengen the next Presiden siapapun itu mau dari Partai ataupun tidak paling tidak punya visi misi yang sama seperti Pemerintahan saat ini. Pemerintah punya jangka panjang mengenai pembangunan itu jadi kalau bisa cawe yaitu ambil bagian bukan pengambil peran utama. Dia hanya mengambil peran kita tidak tahu seberapa banyak itu diluar jangkauan kita yang hanya ingin membantu memastikan mencawe bahwa ada penerusan visi misi jangka panjang pemerintah.

Sebagai Presiden yang baik membantu mencari the next kandidat untuk meneruskan yang baik “why not”. Kalaupun nanti ada pilihan yang dipilih oleh masyarakat menurut dia tidak baik tidak berjalan dengan yang dia mau itu pilihan rakyat karena kita menganut demokrasi langsung. Cawe juga dia bukan pemeran utama selama dia tidak melanggar peraturan KPU manapun, secara etis Indonesia bebas berekspresi dan saya sebagai Lawyer atau orang hukum terserah orang mau berekspresi apa, tapi kalau itu melanggar entah KUHP, UU ITE, mungkin ada cara-cara pemerintah dengan elok bisa menjelaskan sebenarnya klarifikasinya bagaimana apakah Pak Jokowi melanggar peraturan KPU dan juga saya kira pemerintah tidak sebrutal itu.

Bagaimana dengan Pro Anies yang juga banyak pendukung partai nya, apalagi Anies adalah Capres pertama yang dideklarasikan, saya sebagai rakyat kaget dan orang-orang pasti punya harapan yang besar terhadap Pak Anies. Sebagai orang hukum saya sering bilang terkait Presiden kita tidak hanya memilih Presiden tetapi membantu pembantunya juga. Kalau orang yang kita harapkan ini bagus banget tapi kita harus kontrol Presiden, kalau tidak bisa kontrol kita bisa kontrol pembantu-pembantunya. Banyak cara untuk pemuda ambil bagian disana, misalnya saya mau jadi anggota di Kementerian itu bisa, tetap Kepalanya Pak Anies 10 Tahun kedepan tidak masalah. Semua boleh maju asal kontestasinya tidak main SARA dan tidak terlalu diskriminasi ya silahkan saja. Tadi ada pernyataan bagus juga bahwa dari kedua belah pihak bebas, karena menurut saya Pak Anies yang posisinya bebas dari tugas-tugas Pemerintah, mari kita menunggu the next influencer yang cawe-cawe membantu Anies untuk mengedepankan Pak Anies sebagai Capres.

Harapan saya demokrasi kita ini bagus belakangan dan siapapun bisa mengkritik Anies dan Jokowi selama itu tidak pakai kata-kata kasar dan tidak personal maupun tidak melanggar UU ITE karena UU ITE akan direformasi sebentar lagi lagi draft. Perlu digarisbawahi saya menghargai pendapat banyak komentator lainnya bahwa kadang terlalu cepat tidak baik, tetapi kalau bisa cepat apasalahnya,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *