Ganjar Mahfud Minta MK Hadirkan Jokowi di Sidang Sengketa Pilpres

Jakarta,MRNTodung Mulya Lubis selaku kuasa hukum ganjar mahfud Meminta agar Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menghadirkan Presiden Republik indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang gugatan hasil Pilpres 2024.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Presiden Jokowi itu kan kepala pemerintahan. Kalau presiden memang bisa didatangkan oleh ketua majelis hakim MK, itu akan sangat ideal,” kata Todung usai persidangan di Gedung MK, Jakarta, Rabu (3/4).

Walaupun MK sudah resmi memanggil 4 menteri, namun Todung menilai tanggung jawab terbesar tetap di presiden ada di tangan. “Memang ada menkeu ada Mensos ada Menko Perekonomian tapi tanggung jawab utama itu ada di presiden,” ucap Todung.



Baca juga Gempa 7.4M Guncang Taiwan, Apakah Potensi Timbulkan Stunami?

“Jadi, menurut saya, kalau bisa dihadirkan, itu sudah sangat bagus, sangat ideal, dan akan menjawab semua pertanyaan yang ada pada benak publik,” tambah dia.Namun, pada kenyataannya majelis hakim masih belum memberikan sinyal pemanggilan terhadap presiden, kata Todung, majelis hakim merasa dengan memanggil 4 menteri dirasa cukup.

“Apakah ketua majelis mempertimbangkan itu, saya melihat tanda-tanda itu tidak kelihatan. ketua majelis mungkin beranggapan bahwa dengan 4 menteri yang dipanggil, itu sudah cukup untuk menjelaskan mengenai bansos. Tapi menurut kami, kalau mau tuntas, ya harusnya hadirkan Presiden Jokowi,” pungkasnya.

Diketahui, Anies Muhaimin dan Ganjar Mahfud sebagai pemohon dalam sengketa hasil Pilpres 2024 sebelumnya kompak meminta menghadirkan empat orang menteri Jokowi.



Baca juga Sri Mulyani Hingga Risma Hadiri Sidang Sengketa MK

Salah satu kebijakan pemerintah yang disorot oleh kedua pemohon itu ialah bombardir paket bansos jelang hari pemungutan suara pada 14 Februari lalu.

Keduanya menuding bahwa pembagian paket bansos yang melimpah jelang hari pemungutan suara itu sebagai praktek politik gentong babi yang dilakukan Jokowi dalam memenangkan Prabowo-Gibran.

“Pihak-pihak ini dipandang penting untuk didengar di persidangan yang mudah-mudahan bisa didengar di hari Jumat tanggal 5,” kata Ketua MK Suhartoyo pada persidangan di Gedung MK, Jakarta, Senin (1/4).



Baca juga Presiden Jokowi Berterimakasih Kepada Pers Telah Pengawal Pemilu 2024


(Redaksi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *