Esther SH MH, Caleg DPR Gerindra Merasa Dirugikan, Lapor Polda Metrok

Jakarta,MRN – Karena merasa dirugikan, Esther SH MH yang merupakan Caleg (calon legislatif) DPR RI dari Partai Gerindra pada Rabu (8/11) malam membuat laporan ke Polda Metro Jaya, terkait hilangnya nama dia dalam penetapan DCT (Daftar Caleg Tetap) oleh KPU pada 3 November 2023 lalu.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!


Laporan ke Polda Metro dilakukan Esther SH MH setelah dirinya melaporkan hal yang sama ke Bawaslu dan KPU pada Rabu (8/11) sore.

Esther SH MH menyatakan dirinya kaget saat penetapan DCT oleh KPU ternyata namanya sudah tidak ada lagi. “Padahal nama saya dalam DCS (daftar caleg sementara) di KPU ada diurutan nomer 4. Di website resmi Partai Gerindra juga ada nama saya diurutan nomer 4. Tapi begitu diumumkan DCT oleh KPU, nama saya sudah tidak ada lagi. Heran saya, kok tiba-tiba nama saya sudah tidak ada lagi dan digantikan oleh orang lain. Saya tidak kenal siapa yang menggantikan saya. Apa namanya ini, kalau bukan perbuatan zolim terhadap saya,” katanya kepada wartawan.

“Seharusnya ada pemberitahuan dari partai, kalau nama saya mau digantikan. Tapi ini gak ada pemberitahuan apa-apa. Saya duga pengurus partai (Gerindra, red) yang mencoret nama saya dari DCT. Tapi saya tidak tahu siapa orangnya,” ungkap perempuan cantik ini.

Esther SH MH mengaku sudah berkoordinasi dengan ketua Partai Gerindra DKI Jakarta dan juga dengan pengurus DPP Partai Gerindra. “Saya sudah berkoordinasi dengan Ketua Partai Gerindra DKI Jakarta dan dengan abang saya Habiburohman. Mereka siap membantu,” katanya.

Respon KPU dan Bawaslu terkait laporan saya, kata Esther SH MH sangat baik. KPU dan Bawaslu akan menindaklanjuti laporan ini. “Bawaslu akan memberikan rekomendasi ke KPU, sedangkan pihak KPU akan memberikan rekomendasi ke pihak partai agar persoalan ini segera diselesaikan,” kata perempuan yang maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil 3 Jakarta, yaitu Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Pulau Seribu.

Ari, salah satu pendukung juga menyatakan kekecewaannya atas hilangnya nama Esther SH MH di dalam penetapan DCT. “Kami sebagai pendukung bunda Esther di Jakarta Barat merasa ada hak-hak beliau yang di rampas. Dengan melaporkan hal ini ke pihak Kepolisian, artinya kami bisa menjadi suatu langkah ke depan untuk maju bersama membuktikan bahwa bunda Esther berada pada arah yang benar,” ujar Ari saat mendampingi Esther SH MH di Polda Metro Jaya.

Lebih lanjut Ari mengatakan, kita ini dilindungi oleh undang-undang bila kita tidak mendapatkan keadilan. “Hak dan keadilan harus kita dapatkan, dengan proses ini (pelaporan ke Bawaslu, KPU dan Polda Metro Jaya, red) mudah-mudahan hak dan keadilan untuk bunda Esther didapatkan, dengan dukungan dari kader dan semua pihak. Kami berharap nama bunda Esther dapat kembali ke daftar DCT,” ujarnya.

“Beliau mempunyai program yang baik untuk masyarakat khususnya rakyat kecil. Walaupun saat ini belum menjadi anggota dewan, beliau sudah membuktikan secara nyata. “Beliau menolong seorang ibu yang sedang melahirkan di kamar mandi, membayar semua biaya dari kantong pribadi. Saya bersedia menjadi saksi,” papar Ari.

Baca juga Anwar Usman Resmi Diberhentikan Dari Ketua Mahkamah Konstitusi

Disaat Ibu Esther mau tampil (maju sebagai Caleg, red), lanjut Ari, ada beberapa pesaing yang melakukan perbuatan yang tidak sehat. “Makanya beliau menarik proses ini ke ranah hukum, untuk menunjukan ke masyarakat bahwa sesuatu yang tidak baik itu, harus dikembalikan menjadi baik. Dan kami siap melangkah ke depan untuk bunda Esther bersama-sama sampai proses ini berjalan sesuai harapan,” ujarnya.



Hal senada dikatakan Daeng Jalil, pendukung Esther SH MH di Jakarta Utara mengatakan, sangat tidak menerima adanya kecurangan yang terjadi. “Kami sudah berjalan ke masyarakat. Sudah turun melihat anak-anak jalan. Program Ibu Esther sangat bagus, bahwa nanti akan mengusahakan kesejahteraan untuk anak-anak jalanan. Memprioritaskan pekerjaan untuk anak jalanan. Kami berharap laporan Ibu Esther dapat ditanggapi dengan baik,” ujar Daeng Jalil.

(Dedi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *