Dempak pembuangan Limbah nuklir Jepang ke Indonesia

Mediarilisnusantara.com, Jakarta – limbah radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima di buang ke samudera Pasifik pada Kamis (24/8). Apakah laut Indonesia terkena dampaknya? .

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap kondisi laut Indonesia tidak akan terpengaruh dari pembuangan limbah nuklir Fukushima ke laut yang dilakukan saat ini.

“Pelepasan air terolah dari Fukushima yang telah dimulai, tak ada pengaruhnya bagi Indonesia,” kata Djarot saat dihubungi dikutip dari CNNIndonesia.com, pada Jumat (26/8).

Ia menjelaskan limbah nuklir yang terbawa dengan air dan dibuang di laut itu, merupakan air olahan yang mengandung zat radioaktif tritium. Namun zat radioaktif itu dalam konsentrasi rendah, sehingga tidak memberikan efek negatif bagi biota laut maupun manusia.



Djarot Sulistio Wisnubroto Profesor riset di Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif (BRIN) membandingkannya dengan kejadian kebocoran Reaktor Fukushima pada 2011 lalu.

ia menyebut tak ditemukan dampak signifikan di perairan RI. Padahal, katanya, saat kecelakaan tersebut banyak kontaminan radioaktif yang terlepas ke laut.

Pelepasan limbah nuklir tersebut telah di setujui oleh Asosiasi Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Association/IAEA) sejauh ini telah menyetujui pelepasan limbah. IAEA menilai limbah dengan kandungan tritium itu tidak menyebabkan kerusakan signifikan terhadap lingkungan karena telah memenuhi standar internasional.

Walaupun begitu China hingga Korea Selatan menentang keras rencana ini. China sampai-sampai melarang impor makanan laut dari 10 prefektur Jepang termasuk Fukushima dan Tokyo.

 

(Kenz)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *