Bentrokan Anggota TNI dan Brimob Di Sorong Berakhir Damai

Jakarta,MRN – Viral di media sosial memperlihatkan vidio Bentrokan antara Dua kubu Pelindung Negara,TNI AL dengan Brimob terjadi di Pelabuhan Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (14/4/2024) pagi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pihak yang terlibat bentrok adalah Polisi Militer TNI AL (Pomal) Lantamal XIV/Sorong dan Brimob Papua Barat Daya Batalyon B Sorong.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak prajurit TNI AL diduga dikeroyok dan berlari.Dua prajurit TNI AL dilaporkan mengalami luka akibat bentrokan tersebut.

Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol Indra Gunawan mengatakan, bentrokan antara TNI AL dan Brimob juga merusak dua pos pengamanan ketupat, pos KP3 Laut, dan satu pos lantas drive thru.

“Korban yang mengalami luka serius anggota KSPKT. Dia mengalami luka pada bagian kepala dan sudah mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Malem dan satu anggota Polsek KP3 Laut sudah mendapat perawatan dari Rumah Sakit Pertamina,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Minggu.



Baca juga Membuat kaget! Zee JKT48 Mengumumkan graduate Dari JKT48

Awal mula perkara bentrok TNI AL bentrok dengan Brimob di Sorong

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar menjelaskan, bentrokan antara TNI AL dengan Brimob terjadi di pintu masuk ruang tunggu keberangkatan kantor Pelindo IV Sorong, Papua Barat Daya pukul 09.30 WIT.

Bentrokan tersebut diawali oleh prajurit TNI AL yang menegur anggota Brimob di tempat kejadian perkara (TKP).

Meski begitu, Gumilar tidak membeberkan secara detail perkataan apa yang diucapkan prajurit TNI AL kepada anggota Brimob sehingga memicu bentrokan.

Teguran yang dilontarkan prajurit TNI AL kemudian memicu salah paham sehingga terjadi bentrokan dengan Brimob.



Baca juga Jojo Jadi Pemenang BAC 2024 Kalahkan Li Shi Feng

Nugraha mengungkapkan, lima orang mengalami luka akibat bentrokan antara TNI AL dan Brimob, namun ia tidak menjelaskan korban yang terluka berasal dari satuan apa.

“Saat ini kami melaksanakan patroli bersama sebagai tindakan preventif agar tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut,” tutur Nugraha dikutip dari Antara, Minggu.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Walikota TNI Jenderal TNI Nugraha Gumilar memastikan, prajurit TNI Angkatan Laut dan anggota polisi Brigade Mobil ( Brimob ) yang terlibat bentrokan di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Ahad pagi, 14 April 2024 , akan dihukum sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga Iran Kirim Hujan Api Israel Pertimbangkan Serang Balik

“Personil yang terlibat akan mengambil tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Nugraha dalam keterangan resmi yang dikutip pada Senin, 15 April 2024.

(Redaksi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *