Banjir merendam 2 kecamatan di Kabupaten Bima

Jakarta,MRN – Hujan dengan intensitas sedang deras merendam kediaman warga di dua kecamatan, yakni Madapangga dan Sanggar, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terdampak banjir setelah hujan lebat disertai angin kencang di daerah setempat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!


Hujan yang di sertai angin kencang tersebut terjadi pada tanggal 6-7 Desember 2023 di kecamatan Soromandi, Donggo, Madapangga, Tambora, Sanggar, Bolo, Palibelo, Woha, Ambalawi, Lambitu, Belo, dan sekitarnya hingga pukul 18:00 WITA.

Kalak BPBD melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik M. Nurul Huda, ST., MT. Kamis (7/12) melaporkan, banjir lokal di jalan, dataran rendah dan jembatan terjadi di kecamatan Sanggar dan menyebabkan tiga desa yaitu Desa Sandue, Kore dan Desa Taloko terdampak.

Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan ruas jalan provinsi di Desa Kore, Sandue dan Desa Taloko tergenang air setinggi paha orang dewasa.Luapan air juga mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat setempat, sedangkan jembatan darurat di Desa Kore putus.

Delapan RT di Desa Taloko tergenang banjir, selain itu ada beberapa pagar rumah yang jebol dan talud lapangan serta terminal di Desa Sandue tergenang air setinggi paha orang dewasa,” katanya.

Baca juga PANGGUNG RAKYAT “BONGKAR?: Kolaborasi Orasi Kebangsaan Dan Konser Musik

Bendungan Madapangga longsor di bagian sayap dan tebing sepanjang 60 meter. Ketinggian tebing enam meter. Dampak kejadian itu, pipa PDAM berdiameter 8 inci sepanjang enam meter patah.

“Pipa air minum untuk mengalirkan air bersih kepada 700 pelanggan di lima desa yang tersebar di Kecamatan Madapangga,” katanya.



tim BPBD melakukan koordinasi dengan camat dan desa setempat terkait dengan penanganan, melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat, serta penanganan darurat bencana.

Video banjir

(Redaksi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *